Selasa, 19 Januari 2010

ADAB MENUNTUT ILMU

ADAB MENUNTUT ILMU
Di dalam Al Qur’an diterangkan bahwa sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Ilmu merupakan sarana utama menuju kebahagiaan abadi. Ilmu merupakan pondasi utama sebelum berkata-kata dan berbuat. Dengan ilmu, manusia dapat memiliki peradaban dan kebudayaan. Dengan ilmu, manusia dapat memperoleh kehidupan dunia, dan dengan ilmu pula, manusia menggapai kehidupan akhirat.
Baik atau buruknya suatu ilmu, bukan karena ilmunya, melainkan karena niat dan tujuan si pemiliki ilmu. Ibarat pisau, tergantung siapa yang memilikinya. Jika pisau dimiliki oleh orang jahat, maka pisau itu bisa digunakan untuk membunuh, merampok atau mencuri. Tetapi jika dimiliki oleh orang baik, maka pisau itu bisa digunakan untuk memotong hewan qurban, mengiris bawang atau membelah ikan.
Di bawah ini merupakan metode yang baik dalam mencari/menuntut ilmu, agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dan mendapat barokah dari Allah
1. Awali dengan niat yang benar, baik dan ikhlas. Niatkan bahwa mencari/menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan ridho Allah. Niatkan bahwa ilmu yang dimiliki akan digunakan untuk kebaikan, bukan untuk mengejar dunia semata. Niatkan bahwa dengan ilmu tersebut, kita berjuang di jalan Allah. Memohonlah kepada Allah agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dunia-akhirat. Memohonlah kepada Allah agar kita terhindar dari ilmu/ajaran sesat dan menyesatkan.
2. Selalu minta restu dan ridho orangtua. Mintalah dengan kerendahan hati dan santun kepada orangtua untuk mendoakan agar kita selamat dunia-akhirat.
3. Berhati-hati dalam memilih ilmu. Pelajarilah ilmu agama sebagai landasan hidup. Pelajarilah ilmu tentang aqidah, karena aqidah yang benar merupakan pondasi keimanan. Pelajarilah ilmu tentang akhlak, karena akhlak merupakan cermin dari suasana hati. Ingatlah... bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia. Pelajarilah ilmu fiqh agar tata cara ibadah kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pelajarilah ilmu-ilmu duniawi sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah dan berbuat kebaikan.
4. Belajar kepada guru yang terpercaya akan keilmuannya dan agamanya. Cara ini lebih cepat dan lebih meyakinkan daripada belajar tanpa guru. Dengan belajar kepada guru akan memungkinkan diskusi, tanya-jawab dan timbal-balik antara murid dan guru.
5. Belajar kepada alam. Gunakanlah akal untuk memikirkan alam semesta ini dan kejadian-kejadiannya, dalam rangka meneguhkan/menguatkan keyakinan kita terhadap kekuasaan dan keagunggan Allah.
6. Belajar dari pengalaman dan ujian hidup. Jika hidup dan kehidupan ini kita jalani dengan kesholehan hati, maka setiap pengalaman dan ujian/cobaan dapat kita jadikan pelajaran. Sabar dan rasa syukur kepada Allah merupakan dua aspek penting dalam mengambil atau memetik pelajaran dari pengalaman dan ujian hidup.
Jangan menjadi manusia yang berilmu (pintar) tetapi zolim. Dan jangan pula menjadi manusia yang taat beribadah (sholeh) tapi bodoh. Ilmu tanpa didasari dengan keimanan, maka dengan ilmu tersebut manusia akan berbuat kerusakan dan kezoliman. Iman tanpa didasari dengan ilmu, maka keimanannya bersifat semu, hanya sebuah khayalan dan sugesti belaka, begitupun ibadahnya hanya bersifat ikut-ikutan. Oleh karena itu, raihlah kesuksesan dengan 2 sayap, iman dan ilmu. Insya Allah... kesuksesan yang kita raih bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.
Menuntut ilmu tidaklah mudah, tetapi juga tidak sulit. Dalam menuntut ilmu dibutuhkan keyakinan, kesabaran, kesungguhan, dan pengorbanan. Kita harus meyakini bahwa kita pasti bisa memahami suatu ilmu/pelajaran. Kita harus bersabar, karena untuk memahami suatu ilmu sampai tuntas memerlukan waktu yang lama. Kita harus sungguh-sungguh, karena hanya dengan kesungguhan suatu ilmu dapat kita miliki. Kita harus mempunyai jiwa berkorban, karena untuk meraih ilmu perlu tenaga dan biaya.
Beberapa hal yang dapat memperoleh kemudahan dalam menuntut ilmu:
1. taat beribadah, rajin bangun malam untuk sholat tahajud dan tafakur.
2. tidak berbuat maksiat
3. memuliakan/menghormati guru (adab murid kepada guru)
4. memuliakan/menghormati sahabat (adab murid kepada sesama murid)
5. memuliakan/menghormati kitab/buku (adab murid kepada pelajaran)
6. sering bergaul/berdiskusi dengan ulama (memuliakan ulama)
7. membiarkan diri lapar ketika sedang belajar (rajin berpuasa)
ADAB MURID KEPADA GURU
• menghormati dan memuliakan guru dan keluarganya dengan tulus dan ikhlas
• tunduk dan patuh terhadap semua perintah dan nasihat guru
• jujur dan setia bersama guru
• bersikap rendah hati, lembut dan santun kepada guru
• hendaknya memaafkan guru ketika beliau melakukan suatu kesalahan
• tidak menjelek-jelekan dan tidak memfitnah guru
• tidak menghianati dan tidak menyakiti hati guru
• berusaha melayani guru dengan sebaik-baiknya
• selalu berusaha menyenangkan hati guru
• memanggil guru dengan panggilan yang disukainya
• berusaha menyukai apa yang disukai oleh guru
• membiasakan diri memberikan hadiah kepada guru dan keluarganya sebagai tanda penghormatan kepada mereka
• tidak berjalan di depan guru ketika berjalan bersamanya
• tidak terbahak-bahak di depan guru
• tidak meninggikan suara ketika berbicara dengan guru
• selalu duduk dalam sikap sopan
• berusaha keras ( jihad ) dan tekad membuat kemajuan bersama guru
Keberhasilan dan kemudahan dalam proses menuntut ilmu terletak pada kelakuan baik (adab) si penuntut ilmu, terutama adab kepada guru. Sayyidina Ali rodhiallu’anhu berkata, "aku ibarat budak dari orang yang mengajarkanku walaupun hanya satu huruf ". Perkataan Ali ini merupakan ungkapan bahwa begitu besar penghormatan beliau kepada guru.
Khalifah Harun Ar Rasyid pernah mengirimkan putranya untuk belajar kepada syekh burhanuddin. Suatu saat, ketika khalifah berkunjung untuk menemui putranya yang sedang belajar, khalifah melihat putranya itu sedang menuangkan air wudhu untuk syekh. Lalu khalifah berkata kepada putranya, "Wahai anakku, kenapa engkau menggunakan tangan kananmu untuk menuangkan air sementara tangan kirimu kau biarkan diam. Gunakanlah kedua tanganmu, yang satu untuk menuangkan air dan yang satu lagi untuk membasuh kaki gurumu." Subhanallah... begitu tegas khalifah mendidik anaknya agar hormat kepada guru.

Jumat, 15 Januari 2010

My Vacation

Dag.. Dig.. Dug… setelah ujian hal yang ditunggu tapi buat degdegkan pastinya bagi rapot tapi, aku gak bisa ngambil rapot ku pada tanggal 31 Desember 2009 bukan karena rapotku ditahan tapi… ada tapinya tanggal 30 Desember 2009 tepatny hari Rabu aku akan pergi ke lampung untuk liburan. “huaa… asiiiikk..!!!” teriakku dalam hati . akhirnya tanggal 30 Desember pun tiba aku berserta keluargaku pun langsung ke tempat bus wisata tersebut.

Sesampai kami disana ternyata kami harus menuggu para penumpang lain yang belum datang “huhh… lamaaa..” fikir ku.. “dari pada aku mengerutu dari tadi lebih baik aku tidur saja” akhirnya aku pun tidur di Bus tersebut saat aku membuka mata Bus teresbut sudah berjalan di daerah yang menurutku saudah jauh dari daerah kota huh.. aku ingin tidur tapi gak bisa ya.. udah di perjalanan aku hanya mendengarkan music melalui hp atau main game dari laptop ku. Setelah bosan main game dan dengar aku pun meneruskan tidurku.

Huaa… aku kesal lama banget nyampenya pake acara berhenti-berhenti, benerin Bus nya dulu kapan nyampe nya??? Setelah mengerutu tidak ada hasil aku pun kembali tidur sampai jam 8 pagi nya barulah aku sampai ke tujuan yaitu Lampung. Wah… seneng nya… akhirnya nyampe juga. Sesampai di lampung teryanta tidak langsung ke hotel tapi langsung menuju pantai. Aku pun harus menghabiskan waktu berjam-jam lagi di Bus… huaaa… lamaaa.. tapi rasa kesalku menggu lama pun terbayarkan setelah melihat pantai yang begitu indahnya

Setelah menikmati pantai tersebut kami pun menyebrangi pulau dengan menggunakan perahu melihati pemandangan-pemandanangan indah lautan. Aku dan adikku pun asyik bermain di pantai , setelah asyik berfoto ria dan bermain air aku Pun diajak untuk bermain banana boat.. huaa.. aku pun tanpa mengatakan setuju langsung saja kupakai pelampungnya.. aku pun sedikit takut ketika akan menaiki banana boat terserbut karena ombak laut begitu kuat tapi langsung saja ku naiki “ kenapa tidak?? “ fikirku diatas banana boat aku duduk di belakang umiku sepertinya dia takut melihat wajahnya yang mulai sedikit panic aku pun menggoda umii ku sampai akhirnya banana boat itu bergerak dan ternyata aku menjerit sekuat-kuat nya huaaa….!!!!! Burr…!! Hegg… air garam tersebutpun tertelan olehku huaa…!! Asin…!! Setelah diputar bekali-kali dan diceburkan oleh banana boat tersebut akhirnya aku bernang ketepian. Aku ingin main banana boat lagi..!! akhirnya aku pun main banana boat lagi seneng nya..! setelah semua kecapekan bermain di pantai kami pun memutuskan untuk pulang be pulau tempat bus kami berada eiit.. bukan zhazha namanya kalo engak macem-macem aku mengajak berkeliling pulau untung nya dituruti oleh umi.. huaahahah… :D

sesampai di hotel aku harus menuggu lagi.. check-in huhhfft…!! :’( saat kartu kamarnya sudah ditangan umii langsung aku tarik dan aku pun langsung berlari menuju lift lantai nomor2 kamar 203 huahaha…!! :D setelah ku masukan kartunya aku pun langsung menghempaskan tubuhku ke tempat tidur.

Malam harinya akupun diajak untuk menuju ke bukit randu untuk menikmati acara tahun baru 2010.. setelah makan-makan acarapun dihabiskan dengan bernyanyi-nyayi riia , aku dan adikku pun sudah terlihat mengantuk akhirnya kami pun pulang ke hotel sesampainya dihotel aku pun langsung menganti baju dan menghempaskan badanku ke tempat tidur sampai keesokan harinya alias aku pun tertidur dan tidakmengikuti acara pergantian tahun.

1 Januari 2010 setelah sarapan pagi kami pun langsung menaiki bus kembali karena akan menuju ke Lembah Hijau sesampainya dilembah hijau asghafiruallah nauzubillah apalagi yang harus aku ucapkan untuk menggambarkan bertapa ramenya lebah hijau pada saat itu ketika memasuki waterboom nya batal niatku untuk berenang melihat orang berenang saja aku sudah capek akhirnya aku hanya menunggu adikku Nouval berenang di WaterBoom.

2 Januari kami berwisata kuliner pada pagi harinya kami hanya bersarapan di hotel pada pukul sebelas siang kami makan disuatu Resto yang katanya terkenal . setelah makan disana kami berkeliling kota lampung sampai akhirnya Jam dua lewat tiga puluh menitan kami makan lagi di suatu Resto entah apa nama Restonya aku tidak liat yang penting Makan.. setelah makan kami pulang ke hotel sesampai di hotel hanya menonton tv ahh..tidak seru di rumah aku juga bisa menonton Tv sampai bosan dari pada tidak ada kerjaan lebih baik aku berenang di kolam hotel lebih bermanfaat dari pada aku hanya menonton Tv dari mulai setengah lima sampai setengah enam aku pun berenang. Sampai akhirnya jam tujuh aku diajak makan lagi di Resto yang bernama Rumah kayu entah mengapa dinamakan Rumah Kayu Perasaan banyak yang tidak terbuat dari kayu di Resto tersebut. Setelah makan kami pun langsung pulang lagi ke hotel

@Rumah Kayu

3 Januari tidak ada yang istimewa , hari ini pulang.. :’( sebelum pulang kami pun menuju ke toko oleh-oleh untuk membeli beberapa oleh-oleh. Sesampai di sana.. ya.. ampun aku harus bertemu keramaian lagii huaaa.. kesal .. setelah semua barang yang kami butuh dibeli kamipun langsung menaiki Bus dan kami pun akan pulang lagi ke Palembang . jam sebelas malam nya kami pun sampai ke Palembang dan setengah dua belasnya aku sampai di Rumah sesampai rumah aku pun langsung tidur karena kecapekan.

Huahaaa,,,, itu cerita liburanku pada semester ini lumayan lha.. walaw hasil peringkat dirapot ku tidak sangat memuaskan J

 
Free Blogger Templates